Zakat Emas-Perak-Harta Simpanan

Zakat Emas-Perak-Harta Simpanan

Nisab emas dan perak adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan perak adalah 200 dirham (setara 595 gram perak). Artinya, apabila seseorang telah memiliki emas atau perak sebesar 20 dinar atau 200 dirham dan sudah memilikinya selama setahun, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5%. Demikian juga jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun bentuk lainnya. Nisab dan kadat zakat nya sama dengan ketentuan emas dan perak. Artinya, jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinyalebih besar atau sama dengan nisab (85 gram emas), ia telah tekena kewajiban zakat sebesar 2,5%.

Contoh:

Seseorang memiliki harta kekayaan setelah satu tahun sebagai berikut:

  1. Tabungan, deposito, obligasi Rp 100.000.000,-
  2. Uang tunai (di luar kebutuhan pokok)Rp 5.000.000,-
  3. Perhiasan emas (berbagai bentuk) 150 gram
  4. Utang jatuh tempo Rp 5.000.000,-

Perhiasan emas yang digunakan sehari-hari atau sewaktu-waktu tidak wajib dizakati, kecuali melebihi jumlah maksimal perhiasan yang layak zakat. Jika seseorang layak memakai perhiasan maksimal 50 gram, maka yang wajib dizakati hanyalah perhiasan yang melampaui 50 gram, yaitu 100 gram.

Dengan demikian, jatuh tempo harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

  1. Tabungan, deposito, obligasi, Rp 100.000.000,-
  2. Uang tunai Rp 5.000.000,-
  3. Emas (150 – 50 = 100 gram) @Rp 350.000 x 100 gram Rp 35.000.000,-
    ————————————————–
    Jumlah Rp 140.000.000,-
  4. Utang jatuh tempo Rp (5.000.000)
    ————————————————–
    Saldo Rp 135.000.000,-
    Besar zakat yang harus dikeluarkan:
    2,5 % x Rp 135.000.000,- = Rp 3.375.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *