1. Pengertian

T}awāf  menurut  bahasa berarti  mengeli  lingi.

Sedangkan menurut istilah berarti mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.

 

  1. Syarat sah thawaf
  2. Suci dari hadas dan najis;
  3. b. Menutup aurat;
  4. c. Berada di  dalam Masjidil  Haram termasuk di area perluasan pada lantai dua, tiga, atau empat, meskipun dengan posisi melebihi ketinggian Ka’bah dan terhalang antara dirinya dengan Ka’bah;
  5. d. Memulai dari Hajar Aswad;
  6. e. Ka’bah berada di sebelah kiri;
  7. f. Di luar Ka’bah (tidak di dalam Hijir Ismail);
  8. g. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh  kali putaran;
  9. Niat tersendiri, jika thawaf yang dia lakukan berdiri sendiri,  tidak   terkait   dengan haji dan umrah.

 

  1. Sunah-Sunah Tawaf
  2. Memegang Hajar Aswad, menciumnya, serta meletakkan jidat di atasnya pada awal t}awāf. Namun semua sunah ini tidak dianjurkan bagi perempuan kecuali jika tempat t}awāf lengang. Jika tidak memungkinkan, cukup semua itu dilakukan dengan isyarah melalui tangan kanan.
  3. b. Membaca doa ma’tsur pada saat memulai t} awāf setelah istilām sambil mengangkat tangan:
  4. c. Melakukan ramal (berjalan cepat) bukan berlari bagi kaum lelaki dan tidak membuat lompatan pada putaran pertama sampai ketiga, dan berjalan biasa pada putaran selanjutnya;

 

  1. d. Melakukan

idhthiba’   bagi    laki-laki,   yaitu

 

meletakkan bagian tengah selendang di bawah bahu kanan, sedangkan kedua ujungnya diletakkan di atas bahu kiri, sehingga bahu kanan terbuka dan bahu kiri tertutup;

  1. e. Mendekat pada Ka’bah bagi kaum laki-laki jika sekeliling Ka’bah tidak dalam kondisi penuh sesak dan membuatnya menderita, sedangkan bagi kaum perempuan disunnahkan menjauh dari Ka’bah;

 

tidak mampu dapat menggunakan kursi roda atau skuter matik;

  1. g. Mengusap rukun Yamani.

 

  1. Macam-Macam Tawaf

Tawaf  ada  lima  macam  yaitu  tawaf  rukun,

tawaf  qudum,  tawaf  sunat,  dan  tawaf  wada’ dan tawaf nadzar.

 

  1. Tawaf rukun

Tawaf rukun ada dua, yaitu tawaf rukun haji yang

disebut tawaf ifadhah atau tawaf ziyarah, dan tawaf rukun umrah.

 

  1. b. Tawaf Qudum

Tawaf qudum merupakan penghormatan kepada

Baitullah. Bagi jemaah yang melakukan haji ifrad atau qiran, hukum tawaf qudum adalah sunat, dilaksanakan di hari pertama kedatangannya di Mekkah. Bagi jemaah haji yg melakukan haji tamattu tidak disunahkan melakukan tawaf qudum karena tawaf qudum yang ia lakukan sudah termasuk di dalam tawaf umrah.

 

  1. c. Tawaf sunat

Tawaf sunat adalah tawaf yang dikerjakan dalam

setiap kesempatan masuk ke Masjidil Haram dan tidak diikuti dengan sa’i.

 

  1. d. Tawaf wada

Tawaf  wada’ merupakan penghormatan  akhir

kepada baitullah. Menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan kebanyakan ulama, hukum tawaf wada’ adalah wajib bagi jamaah haji yang akan meninggalkan Makkah. Jemaah yang meninggalkan tawaf wada’ dikenakan dam satu ekor kambing berdasarkan hadis Riwayat  Bukhari Muslim bahwa Nabi SAW memberikan rukhs}ah (keringanan) kepada perempuan yang haid untuk tidak t}awāf wada’.

Berdasar hadist ini disimpulkan bahwa hukum t}awāf wada’ adalah wajib sebab rukhs}ah hanya berlaku dalam hal yang wajib.  9     Perempuan yang haid atau nifas tidak  diwajibkan melakukan tawaf wada’. Penghormatan kepada Baitullah cukup dilakukan dengan berdoa di depan pintu  gerbang

 

Masjid al-ha}

rām.

 

Menurut pendapat Imam Malik, Dawud, dan Ibnu Mundzir, hukum tawaf wada’ adalah sunah. Seseorang yang tidak mengerjakan tawaf wada’ tidak diharuskan

 

 

 

 

9   Muh}ammad  Ahmad,  Fiqh  al-Haj wa al-‘Umrah wa al- Ziyarah, hlm. 112

 

atau użur dapat mengikuti pendapat ini. 11

 

  1. e. T}awāf nazar

t}awāf  nazar hukumnya  wajib  dikerjakan dan

waktunya kapan saja.

 

  1. Tawaf Bagi Jemaah Uzur

Jemaah uzur atau sakit dapat melakukan tawaf

dengan kursi roda di lantai satu, lantai dua, atau lantai empat. Kursi roda bisa dibawa sendiri oleh jemaah atau menyewanya berikut biaya jasa pendorong. Jemaah uzur atau sakit juga dapat melakukan tawaf dan sa’i dengan menggunakan ‘arabah kahrubaaiyyah (skuter matik) roda empat bertenaga baterai. Penggunaan fasilitas ini  dilakukan dengan cara menyewa dan disediakan.  Fasilitas ini disediakan secara khusus di lantai tiga mezzanine.

Tidak ada perbedaan di kalangan para ahli fikih tentang diperbolehkannya jemaah udzur, lansia atau sakit, melakukan tawaf dengan menggunakan kursi roda atau skuter. Ibnu Qudamah mengatakan

بكارلا فاوط ةحص ف افلاخ ملعلا لهٱ ينب ملعن ل رذع له نكا اذإ

 

 

 

10   Muh}ammad  Ahmad,  Fiqh al-Haj wa al-‘Umrah wa al- Ziyarah, hlm. 113

11  Nūruddin Etar, al-Haj wa al-Umrah, hlm. 123-126

 

Artinya;

Aku tidak mengetahui adanya khilaf di antara para ahli ilmu mengenai sahnya thowaf    dengan  berkendara, di   kala ada udzur. 12

 

Menurut Syafi’iyah,  tawaf dengan berjalan kaki hukumnya sunnah. 13 Namun, bagi jemaah yang tidak dalam kondisi uzur, para ulama’ berbeda pendapat. Ada yang tidak membolehkan tawaf dengan kendaraan dengan alasan hukum yang berlaku dalam tawaf sama dengan yang berlaku dalam salat. Kalangan Malikiyah dan Hanifiyah membolehkannya namun harus membayar dam karena berjalan kaki saat tawaf adalah wajib. Ada pula ulama yang membolehkan tawaf menggunakan kendaraan, antara lain diungkapkan oleh Imam Ibn Mundzir, dengan alasan Nabi sendiri pernah melaksanakan tawaf dengan mengendarai unta. Tawaf berkendaraan ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw ketika haji wada’. sebagaimana hadist berikut :

لىص  بىلنا فاط لاق هنع للها ضىر سابع نبا نع ملتسي   يرعب  ع عادولا  ةجح  ف  ملسو  هيلع  للها نجحمب نكرلا

 

12  Ibnu Qudamah, Al-Mughni, juz 5 hal. 249

13   Thawaf berjalan kaki lebih  utama dibanding  dengan thawaf berkendara. An Nawawi, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, juz 8, hlm. 36. Sa’id Basyanfar, al-Mughni fi Fiqh al-Hajj wa al’Umrah,

 

Artinya :

Dari Ibnu Abbas Ra  berkata: Rasulullah Saw tawaf pada waktu haji wada’ dengan mengendarai unta  sambil menyalami rukun Yamani dengan tongkat. 14  (HR. Al- Bukhari dari Ibnu Abbas ra.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *