Ada   dua   jenis   miqat,   miqat  zamani  dan

miqat makani. Miqat zamani adalah batas waktu melaksanakan haji. Menurut  jumhur  ulama’,  miqat zamani dimulai sejak 1 Syawwal sampai terbit fajar 10

Dzulhijjah. Miqat makani adalah batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah.

Tempat berihram haji atau umrah adalah sejumlah tempat yang ditentukan sebagai miqat, sebagaimana  sabda Nabi :

 

Artinya:

Dari Ibnu Abbas ra. berkata, “Ra su lullah SAW. Menetapkan   miqat bagi penduduk Madinah adalah Zulhulaifah, bagi penduduk Syam adalah Ju’fah, bagi pen duduk Najd adalah Qarnul Manazil, dan bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam”. Nabi bersabda, “Itu lah miqat bagi mereka dan bagi siapa saja yang datang di sana yang bukan penduduknya yang ingin haji dan umrah, bagi yang lebih dekat dari itu  (dalam garis miqat), maka dia (melaksanakan) ih}rām dari kampungnya, se  hing ga penduduk Makkah ih}rāmnya dari  Makkah.4  (HR.   Muslim  dari  Ibnu

‘Abbas RA).

 

Adapun miqat  jemaah haji Indonesia sebagai berikut :

  1. Miqat makani jemaah haji gelombang I

yang datang dari Madinah adalah Zulhulaifah

(Abyar Ali).

  1. Miqat makani jemaah haji gelombang II yang turun di Jeddah adalah :
  2. a) Asrama haji embarkasi di tanah air.

 

 

 

 

4  Muslim nomor hadits 1181.

 

miqat mans}us} (yang ditentukan) adalah sah, berdasar hadis riwayat Umi Salamah:

 

 

Artinya:

Dari Ummu Salamah RA Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang berih}rām haji atau umrah dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, maka  diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang dan pasti mendapat surga.”5    (HR.  Al- Baihaqi dari Ummi Salamah RA).

Berihram sebelum miqat, menurut Abu Hanifah lebih afdhal.6 Hanya saja penting diperhatikan bahwa bagi jemaah haji yang memulai ihram dari asrama haji  embarkasi harus menjaga larangan ihram sejak niat ihram, selama dalam perjalanan (penerbangan lebih kurang 8-11 jam), hingga tahallul.

  1. b) Di dalam pesawat, sesaat sebelum pesawat berada pada posisi sejajar dengan Qarnul manazil atau Y Namun, mengingat

 

5  Al-Baihaqi, Sunan al-Kubra li al-Baihaqi, jilid 7, hlm. 61

6  Sa’id Basyanfar, al-Mughni fi Fiqh al-Hajj wa al’Umrah, hlm. 67

 

lebih dari 800 km/jam, atau lebih dari 1 km/detik,  jemaah haji hendaknya segera melaksanakan niat  ihram  setelah kru pesawat menyampaikan pengumuman bahwa pesawat mendekati posisi miqat.

  1. c) Bandara King Abdul Aziz Bandara ini dijadikan miqat setelah Mejelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pada 28 Maret 1980 tentang keabsahan Bandara Jeddah dijadikan miqat lalu fatwa tersebut dikukuhkan  kembali  pada  19

September 1981. Hanya saja, karena sejak

2018 pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan percepatan masa keberadaan jemaah haji di bandara (fast track) sehingga mereka tak bisa lagi berlama-lama di bandara, jemaah haji kini sudah harus mengenakan pakaian ihram sejak dari asrama haji embarkasi karena mereka sudah tidak bisa lagi mandi sunat ihram, berganti pakaian ihram dan shalat sunah ihram di bandara Jeddah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *