1. Kedatangan  di Bandar Udara Arab Saudi

 

Jemaah haji datang di Arab Saudi  dalam dua

gelombang. Gelombang I mendarat di Bandara AMAA Madinah dan Gelombang II mendarat di bandara KAIA Jeddah dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

 

  1. Gelombang II di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Saat  tiba di Bandara Bandara King Abdul Aziz

Jeddah, jemaah haji Gelombang  II dianjurkan:

 

2  Apabila jamaah melewati Bandara KIAA Jeddah dan belum niat ihram, jemaah dapat melaksanakan niat ihram sepanjang belum  keluar dari  daerah Jeddah, Mustafa az-zarqa’,  Fatawa Mustafa az-zarqa’, 188. Ibn Hajar, I’anah at-Thalibin, jilid 2, hlm. 303.

 

 

  1. a. Mengantre turun dari pesawat dengan tertib;
  2. b. Memastikan tas tentengan dan paspor selalu berada dalam genggaman sedangkan koper besar diterima oleh jemaah di hotel;
  3. c. Menuju ruang pemeriksaan imigrasi dengan tertib sambil tetap memperhatikan arahan ketua  kloter,     ketua    rombongan,    atau ketua regu;
  4. d. Mengikuti petunjuk petugas imigrasi Arab Saudi dengan patuh sambil mengantre dengan sabar dan teratur di loket pemeriksaan imigrasi dengan tetap  menggenggam paspor masing-masing meski sidik jari dan pengambilan foto tidak dilakukan karena keduanya sudah dilakukan di Indonesia berkat sistem fast track;
  5. e. Menitipkan tas tentengan, tas paspor, uang, dan barang berharga lainnya kepada saudara atau teman yang dikenal dan dipercaya jika selama menunggu keberangkatan ke Makkah, jemaah hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil/besar dan wudu;
  6. Memperhatikan tanda  kamar mandi  untuk laki-laki dan kamar mandi untuk perempuan yang disediakan secara terpisah; tanda kamar mandi/WC untuk perempuan adalah gambar kepala perempuan berjilbab dan tanda kamar

 

 

mandi/WC untuk laki-laki adalah gambar ke- pala laki-laki berjenggot;

  1. g. Menutup aurat dengan displin ketika masuk- keluar kamar mandi/WC dan terus menjaga barang-barang agar tidak tertinggal;
  2. h. Menekan kran air pelan-pelan karena air akan keluar dan berhenti secara otomatis;
  3. i. Melaksanakan niat ihram umrah bagi jemaah yang berhaji tamattu’, berniat ihram haji bagi yang berhaji ifrād, dan berniat ihram umrah dan haji bagi yang berhaji qirān jika mereka belum berniat ihram di asrama embarkasi atau di atas Yalamlam/Qarnul  Manazil). (lihat sub- bab ‘’Menuju Makkah bagi Gelombang II’’);
  4. j. Mengikuti instruksi untuk naik bus dan duduk di  kursi yang diarahkan petugas meskipun untuk  sementara jemaah jadi  terpisah dari regu/rombongan yang sudah terbentuk dari tanah air akibat kapasitas setiap bus yang tidak Jemaah yang terpisah di bus akan bergabung kembali setelah tiba di Hotel.

 

 

 

 

 

 

 

Proses pemeriksaan di Bandara Arab Saudi

 

Menuju Makkah bagi Jemaah Gelombang II

 

Usai menjalani pemeriksaan imigrasi, jemaah haji hendaknya:

  1. Menyerahkan paspor kepada petugas Arab Saudi (Naqabah) lalu naik bus dengan tertib dan teratur;
  2. b. Menerima nasi boks sebelum bus berangkat;
  3. c. Melaksanakan niat ihram umrah bagi jemaah yang berhaji tamattu’, berniat ihram haji bagi yang berhaji ifrād, dan berniat ihram umrah dan haji bagi yang berhaji qirān jika mereka belum berniat  ihram  di  asrama embarkasi atau di atas Yalamlam/Qarnul  Manazil) ketika bus bergerak;

 

 

  1. d. Membaca dan memperbanyak

talbiyah,

 

dzikir,   dan  doa  selama dalam  perjalanan menuju Makkah;

  1. e. Mengingatkan pengemudi bus untuk berhati- hati jika dirasa mereka ugal-

 

  1. Gelombang I di Bandara Amir Muhammad  bin Abdul Aziz

(AMAA) Madinah

Saat tiba di Bandara Bandara Amir Muhammad

bin   Abdul   Aziz  (AMAA)  Madinah   jemaah  haji

Gelombang I dianjurkan:

  1. Mengantre turun dari pesawat dengan tertib;
  2. b. Memastikan tas tentengan dan paspor selalu berada dalam genggaman sedangkan koper besar diterima oleh jemaah di hotel;
  3. c. Menuju ruang pemeriksaan imigrasi dengan tertib sambil tetap memper-hatikan arahan ketua kloter,     ketua    rombongan,    atau ketua regu;
  4. d. Mengikuti petunjuk petugas imigrasi Arab Saudi dengan patuh sambil mengantre dengan sabar dan teratur di loket pemeriksaan imigrasi dengan tetap menggenggam paspor masing- masing meski sidik jari  dan  pengambilan foto  tidak  dilakukan  karena keduanya sudah dilakukan di Indonesia berkat sistem fast track;

 

 

  1. e. Menitipkan tas tentengan, tas paspor, uang, dan barang berharga lainnya kepada saudara atau teman yang dikenal dan dipercaya jika selama menunggu keluar bandara, jemaah hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil/ besar dan wudu;
  2. f. Memperhatikan tanda kamar mandi  untuk laki-laki dan kamar mandi untuk perempuan yang disediakan secara terpisah; tanda kamar mandi/WC untuk perempuan adalah gambar kepala perempuan berjilbab dan tanda kamar mandi/WC untuk laki-laki adalah gambar kepala laki-laki berjenggot;
  3. g. Menutup aurat dengan displin ketika masuk- keluar kamar mandi/WC dan terus menjaga barang-barang agar tidak tertinggal.
  4. Menekan kran air pelan-pelan karena air akan keluar dan berhenti secara otomatis;
  5. Menjaga kekompakan regu atau rombongan karena jemaah haji yang datang melalui Bandara AMAA Madinah tidak diistirahatkan di ruang khusus, melainkan diminta lang- sung naik bus untuk diberangkatkan ke pemhotelondokan Madinah;
  6. j. Mengikuti instruksi untuk naik bus tertentu dan duduk di kursi yang diarahkan petugas meskipun untuk sementara jemaah jadi terpisah dari  regu/rombongan  yang sudah

 

 

terbentuk dari tanah air akibat kapasitas setiap bus yang tidak sama, Jemaah yang terpisah di bus akan bergabung kembali setelah tiba di Hotel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *