Kata Ihram berasal dari kata امارحا – مرحي – مرحا, yang

berarti mengharamkan. Dalam kontek haji dan umrah, ih}rām berarti, ةمرحلا ىف لوخدلا (masuk dalam keharaman). Sedangkan  menurut  istilah, ih}rām  وا جحلا ىف لوخدلا ةين

 

ةرمعلا artinya niat masuk (mengerjakan) ibadah haji atau umrah dengan mengharamkan hal-hal yang dilarang selama berih}rām. Dengan mengucapkan niat ihram haji atau umrah, seseorang berarti telah mulai melaksanakan haji atau umrah.

 

  1. Sunah-Sunah ihram

Sebelum berihram, jemaah haji disunahkan :

  1. Mandi;
  2. b. Memakai wangi-wangian pada tubuhnya;
  3. c. Memotong kuku  dan  merapikan  jenggot, rambut ketiak dan rambut kemaluan;
  4. d. Memakai kain ih}ram yang berwarna putih;
  5. Shalat sunnah ihram dua raka’at.
  6. Pakaian Ihram

Jemaah pria memakai dua helai kain ihram. Satu

kain disarungkan dan satu kain lainnya diselendangkan di kedua bahu dengan menutup aurat. Saat ia tawaf, disunahkan memakai kain ihram dengan cara idhtiba’, yaitu meletakkan bagian tengah selendang di bawah bahu  kanan, sedangkan kedua ujungnya  di  atas bahu kiri.

 

 

 

Contoh Berpakaian Ihram Laki-Laki

Selain Waktu Thawaf

Contoh Berpakaian Ihram Laki-Laki pada Waktu Thawaf

 

Jemaah     perempuan     memakai     pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tangan dari pergelangan tangan sampai ujung jari (kaffain), baik telapak tangan   maupun punggung tangan.

Contoh Berpakaian Ihram Perempuan

 

  1. Larangan Ihram

Selama dalam keadaan ihram, seorang jemaah haji wajib menjaga dirinya agar tidak melanggar satu pun larangan ihram yang terdiri atas:

 

  1. Laki-laki dilarang:

1)  Memakai pakaian bertangkup (pakaian yang antar ujung kain disatukan secara permanen seperti celana atau baju)

2)  Memakai kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit;

 

peci dan sorban.

  1. b. Perempuan dilarang:

1)  Menutup kedua telapak tangan dengan kaos tangan;

2)  Menutup muka dengan cadar.

  1. c. Selama berihram baik laki-laki maupun perempuan dilarang:

 

1)

 

 

2)

 

 

3)

 

 

 

4)

5)

 

 

6)

 

 

7)

 

 

 

8)

 

 

9)

10)

Memakai wangi-wangian kecuali yang sudah dipakai di badan sebelum niat haji/umrah; Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan;

Memburu    dan    menganiaya/   membunuh binatang   dengan   cara  apa  pun,   kecuali binatang yang membahayakan mereka; Memakan hasil buruan;

Memotong     kayu-kayuan   dan    mencabut rumput;

Menikah,    menikahkan    atau    meminang perempuan untuk dinikahi;

Bersetubuh dan pendahuluannya seperti bercumbu, mencium, merayu yang mendatangkan syahwat;

Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata- kata kotor;

Melakukan kejahatan dan maksiat;

Memakai pakaian yang dicelup dengan bahan yang wangi.

 

  1. Hal-hal yang diperbolehkan ketika ihram

Dalam kondisi ihram, jemaah diperbolehkan :

  1. Membunuh binatang   buas  atau   yang membayakan, misalnya kalajengking,  tikus, ular, anjing buas, gagak, nyamuk, lalat;
  2. b. Mandi; 7
  3. c. Menyikat gigi;
  4. d. Berbekam;
  5. e. Memakai minyak  angin,  balsem,  yang dimaksudkan untuk pengobatan;
  6. f. Memakai kacamata, jam tangan, cincin, ikat pinggang;
  7. g. Bernaung di bawah payung, mobil, tenda dan pohon;
  8. Membuka tangan dan kaki bagi wanita ketika berwudhu di tempat wudhu perempuan;
  9. Mencuci dan mengganti kain ihram;
  10. j. Menggaruk kepala dan badan;
  11. k. Menyembelih binatang ternak yang jinak dan binatang buruan laut;
  12. l. Memakai perhiasan bagi w
  13. Ihram Isytirath

Ihram isytirath adalah ihram yang disertai dengan

persyaratan. Hal ini dilakukan bila seseorang khawatir

 

7  Ulama Syafi’iyah membolehkan mandi menggunakan sabun, madzhab Hanafi tidak membolehkan mandi menggunakan sabun, madzhab Maliki membolehkan mandi hanya untuk mendinginkan badan, bukan untuk membersihkan badan. Wahbah Zuhaili, Fiqhul Islam wa Adillatuhu, juz III hlm. 239.

 

dia bakal terhalang oleh suatu masyaqqah (kesulitan) seperti sakit atau halangan lain saat melaksanakan ibadah haji atau umrah. Karena itu, seyogyanya seorang jemaah haji risti, lansia dan sakit melakukan ihram isytirat. Terlebih bagi jamaah sakit yang akan dievakuasi masuk ke Mekkah dan jemaah haji peserta safari wukuf saat ia berniat ihram sebelum menuju Arafah. Niat isytirat dilakukan dengan menambah kalimat isytirath setelah ia melafalkan niat ihram, sebagai berikut:

 

 

ث    ل ِي

ف  َّ

َّٰ

ٌ

ا س

ِيباحَ

نْ   سَ

َبحَ

ْإف

 

.نْ  ِي سَ

 

Artinya:

َبحَ

ُْيحَ

ِّْي حمَ  َ

مهُ لل

ِي    نِي َ

 

Jika aku terhalang oleh sesuatu, ya Allah, maka akuakanbertah}allulditempat aku terhalangitu.

 

  1. Tabdilun Niyat Atau Mengganti Niat

Tabdilun niyat adalah mengubah niat dari ihram

haji menjadi niat ihram umrah atau sebaliknya. Hal ini dibolehkan jika:

  1. Jemaah terbentur halangan akibat perawatan kesehatan; misalnya sejak awal seorang jemaah berniat haji ifrad tapi karena kondisi kesehatannya menuntutnya segera mengakhiri ihram, dia dibolehkan mengubah niat ihram menjadi niat umrah dan jenis haji yang dia laksanakan berubah jadi haji tamattu’;

 

  1. b. Jemaah terbentur  halangan

syar’i   seperti

 

haidh. Misalnya seorang jemaah perempuan berniat ihram umrah dari miqat tapi sesampai di Mekkah dia tidak bisa menyelesaikan umrahnya karena belum suci, sementara waktu wukuf sudah tiba, dalam kondisi ini dia bisa mengubah niat ihram umrahnya menjadi niat haji qiran.

Jemaah   haji   yang   melakukan   perubahan niat     dikenakan    dam     dengan    menyembelih seekor kambing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *